Selain merasa tidak nyaman, ternyata perut buncit
juga meningkatkan risiko sindrom gangguan metabolisme. Hal itu kemudian
dapat memicu penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke dan tekanan
darah tinggi.
Sebenarnya ada cara-cara sederhana untuk memperoleh perut lebih ramping, yaitu dengan menghindari beberapa hal seperti :
- Mengonsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak.
Biskuit,
kerupuk, keripik, dan berbagai makanan siap saji termasuk ke dalam
jenis makanan yang tinggi kalori dan lemak. Jenis makanan ini dapat
memicu peradangan pada tubuh, sementara lemak membandel pada perut
terkait erat dengan peradangan. Sementara itu, kebanyakan bukti ilmiah
menyatakan bahwa sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh, akan
membantu mengurangi ukuran perut Anda. Dengan begitu, berusahalah untuk
mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak dengan jenis
makanan yang lebih menyehatkan.
- Makan terlalu malam.
Makan
pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian (jam biologis yang
mengatur siklus tubuh manusia) dan mengubah hormon yang mengendalikan
nafsu makan. Makan sebelum waktu tidur juga dapat memberatkan proses pencernaan, sekaligus memicu rasa kembung bahkan nyeri ulu hati. Hindari makan terlalu malam, apalagi saat tubuh merasa lelah, karena proses pencernaan makanan di dalam tubuh semakin melambat.
- Makan berlebihan.
Untuk menurunkan berat badan sekaligus lingkar pinggang, perhatikan asupan kalori
per hari. Memangkas 500-1.000 kalori per hari serta meningkatkan
aktivitas fisik, dapat mengurangi 0,5 hingga 1 kg per minggu. Meski
demikian, pengurangan kalori ini sebaiknya melalui konsultasi dengan
dokter atau ahli gizi. Hal ini dimaksudkan agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi.
- Stres berlarut-larut.
Tuntutan
pekerjaan, masalah keluarga, atau tagihan yang menumpuk, jangan biarkan
tubuh mengalami stres. Terutama untuk kamu yang ingin menjaga perut
tetap ramping, penting untuk mengetahui cara mengatasi stres.
Sebab saat stres, kadar hormon kortisol dalam tubuh meningkat. Lama
kelamaan keadaan tingginya kadar hormon kortisol ini menyebabkan
penumpukan lemak perut dan membuat sel-sel lemak menjadi lebih besar.
- Kurang tidur.
Tak hanya rasa kantuk sebagai efek yang diperoleh saat kurang tidur.
Tidur malam kurang dari 6 jam juga dapat memengaruhi lingkar pinggang.
Penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 70 ribu wanita
menyebutkan, tidur 5 jam atau kurang setiap malam, mempertinggi risiko
kenaikan berat badan 13 kg atau lebih. Disarankan untuk tidur sekitar
7-8 jam setiap malam.
- Mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan.
Penelitian
menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan terkait dengan
peningkatan ukuran lingkar pinggang dan peningkatan resiko terjadinya
obesitas sentral (perut buncit) pada laki-laki. Selain itu, banyak jenis
alkohol yang tinggi kalori, misalnya pada segelas bir terkandung
sekitar 150 kalori. Minuman beralkohol tersebut sangat mudah diminum
berlebihan sehingga tubuh memperoleh kelebihan kalori.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar